Rabu, 10 Oktober 2012

MODUL SISTEM OPERASI

                  MODUL SISTEM OPERASI
Penyusun :
Ofi Yuliana
POLITEKNIK HARAPAN BERSAMA TEGAL
Modul Sistem Operasi

1. Sejarah Linux
UNIX merupakan salah satu sistem operasi yang mengawali lahirnya Linux ke
dunia ini. Adapun UNIX merupakan salah satu sistem operasi populer selain keluarga
raksasa Microsoft (mulai dari DOS, MS 9x sampai Vista), Novell, OS/2, BeOS, MacOS
dan lainnya.
Sejarah kemunculan UNIX dimulai pada tahun 1965. Namun pada tahun 1969,
AT&T akhirnya menghentikan proyek pembuatan Multics karena sistem operasi Multics
ini sudah tidak memenuhi tujuan semula. Dengan kata lain, proyek ini mengalami
hambatan karena dalam kenyataannya Multics banyak terdapat bugs dan sulit sekali
dioperasikan.
Beberapa programmer Bell Labs yang terlibat dalam pembuatan dan
pengembangan Multics, yaitu Ken Thompson, Dennis Ritchie, Rudd Canaday, dan
Doug Mcllroy, secara tidak resmi tetap meneruskan proyek pengembangan Multics. Dan
akhirnya sampailah pada sebuah sistem operasi generasi penerus dari Multics bulan
Januari 1970 yang diberi nama UNIX. Dan akhirnya sampailah dengan pada sebuah
operating sistem generasi penerus yaitu UNIX atau Multics tidak sama.
Akhirnya keungulan yang diharapkan penciptaan UNIX ini antara lain;
1. Multilevel Filesystem
2. Multiuser dan Multiprosesor
3. Desain arsitektur yang independen terhadap suatu hardware
4. Berbagai device dapat dianggap sebagai file khusus
5. Memiliki user interface yang sederhana
6. Cocok untuk lingkungan pemrograman
7. Memiliki utilitas yang dapat saling digabungkan

2. Licensi
Licensi pada Operating yang satu ini di yakini 100% ke halalannya. Semua
software ini bisa didapat gratis berdasarkan lisensi GNU General Public License (lihat:
http://www.fsf.org/copyleft/gpl.html) atau lisensi-lisensi lain yang mirip dengan
itu. Berdasarkan lisensi ini, siapa pun bisa mendapatkan program baik dalam bentuk
source code (bisa dibaca manusia) mau pun binary (bisa dibaca mesin), sehingga
program tersebut dapat diubah, diadaptasi, mau pun dikembangkan lebih lanjut oleh
siapa saja.

3. Tahap Instalasi Linux pada Hardisk
Kini masuk kedalam Tahap pemasangan Linux di harddisk
a) Atur BIOS anda dengan seting awal membaca CD/DVD writer.
Universitas Negeri Surabaya 2
Modul Sistem Operasi
b) Restart untuk melaksanakan perintah tersebut. Setelah itu, masukan CD
Operating Linux anda
c) Tunggu sebentar screen akan menampilkan, untuk memulainya pertama kali
pilihlah Live CD
d) Pilihan selajutnya adalah mengenai jenis keyboard yang anda gunakan, pada
umumnya jenis keyboard di Indonesia mengunakan jenis keyboard yang “US
Keyboard”
e) Untuk proses intalasi, anda di haruskan masuk sebagai admin atau dalam
istilah lain di linux sebagai /root, pilihlah root dan masukan root sebagai
passwordnya
Universitas Negeri Surabaya 3
Modul Sistem Operasi
f) Kemudian, kita menginjak pada proses penginstall pilih lambang instalasi
pada OS yang anda pilih.
g) Proses intalasi akan berjalan, kemudian pilih next untuk mlajutkan.
h) Setelah melakukan instruksi no 9, kita di perintahkan proses peng-installan di
lakukan di mana? Pilihlah di Normal Hard Drive (Ide,Sata)
i) Kemudian, pada proses instalasi pilih “Use Exiting Partisoan” akan
memperingatkan anda untuk mengunakan partition, pilih custom untuk mode
keinginan kita.
Universitas Negeri Surabaya 4
Modul Sistem Operasi
j) Pada perintah selajutnya, PC Linux memerintahkan untuk mem-backup data
penting anda yang di kahwatirkan hilang dalam proses peng-instalan. Jika
sudah pilih Continue.
k) Pada proses ini, kita harus berhati hati dalam melakukan partisi. Salah salah
OS Windows kita menghilang. Pilih bagian putih pada sda dan tunjuk perintah
“Create” untuk membuat jenis partisi baru
l) Buat partisi + 5-8 Gigabyte. Mount point-nya di isikan “ / ” yang artinya root
dan file system kita pilih “ ext3 ”.
m)Kemudian, tahap selanjutnya kita menentukan ruang swap, swap ini yang
ukurannya tergantung besarnya kapasitasnya RAM dikalikan 2.
Universitas Negeri Surabaya 5
Modul Sistem Operasi
n) Sisa Hardisk bisa anda tambahkan dengan /home sesuai keinginan kita
o) Bila semua proses telah kita jalankan dengan baik, kita pilih bagian “ / ” dan
pilih “Done” untuk proses peng-instalan, maka di layar akan menujukan
gambar seperti di bawah ini.
Catatan bila dalam proses tersebut tidak dapat muncul ubah posisi swap
di depan/di tengah-tengah/dibelakang kemudian root. Kemudian root dipilih
dan pilih “done”
p) Tunggu beberapa saat hingga layar menampilkan
Kemudian pilih next pada gambar berikut
Universitas Negeri Surabaya 6
Modul Sistem Operasi
q) Setelah proses peng-instalasi berhasil, proses selanjutnya yaitu memiliih
bootlooder dan setelah selesai kita restart.
Universitas Negeri Surabaya 7
Modul Sistem Operasi
r) Setelah kita restart, tahap akhir dalam peng-instalan yaitu tahap pemberian
nama beserta passwordnya. Untuk administrator kita buat root dan
passwordnya root.
s) Selanjutnya kita menetukan untuk users, kita buat nama baru semisalnya
“kel3”dan passwordnya “kel3”, Ingat hurus besar dan kecil berpengaruh
dalam memasukan password, pilih accept user.
t) Setelah selsai, maka tampilan selanjutnya akan masuk dalam mode seperti


Modul Sistem Operasi
4. Standarisasi Perintah Dasar Linux
Secara umum adanya distro linux yang jumahnya ratusan, ada permasalahan
lain yang muncul yaitu kompabilitas. Seringkali aplikasi distro yang satu tidak sama
dengan distro lainnya. Pustaka yang digunakan juga berbeda-beda dengan letak
direktori yang berbeda. Untuk itu, ada beberapa standarisasi yang perlu diketahui oleh
pengembang distro, untuk memudahkan pengguna atau developer aplikasi dalam
membuat program linux.
Standarisasi yang pernah di upayakan di Linux adalah :
4.1 Linux Standard Base (LSB)
Linux Standard Base adalah standar yang digunakan untuk menyatukan antar
muka sistem untuk aplikasi biner yang terkompilasi. Ini mirip dengan standarisasi
yang ada di lingkungan UNIX® terdahulu, yaitu POSIX (Portable Operating System
Interface), dan sebagian sebagian komponen Linux Standard Base memang
berhubungan dengan POSIX versi terakhir, yaitu ISO/IEC 9945 POSIX 2003 dan
single UNIX® Spesification (SUS) versi 2.
LSB terbagi dalam dua kategori, yaitu LSB yang bersifat umum, dan LSB yang
khusus untuk arsitektur tertentu. LSB umum (LSB Core Spesification) berlaku untuk
semua arsitektur mesin. Sedangkan LSB khusus untuk arsitektur tertentu, biasanya
diberi nama archLSB atau LSBarch (dimana arch adalah nama arsitekturnya).
Cakupan LSB Core Spesification adalah :
a. Executable and Linking Format (ELF).
Mendefinisikan format object dari aplikasi biner yang telah terkompilasi.
b. Pustakan Dasar (Base Library)
Mendifinisikan dukungan pustaka dasar yang harus ada dalam sistem
Linux LSB compliant. Pustaka yang dimaksud adalah libc, libm, libgcc_s,
libdl, librt, libcrypt, dan libpam.
c. Pustaka Pembantu (Utility Librresas).
Mendefinisikan dukungan pustaka pembantu yang dibangun di atas
pustaka dasar. Pustaka yang dimaksud adalah libz, libcurses, libutil.
d. Perintah dan Program Bantu (Command and Utilities).
Daftar perintah dasar dan program bantu yang harus ada. Berikut perintah
dasarnya. Sebagian dari daftar ini merupakan spesifikasi dari ISO/IEC
9945 POSIX.
Universitas Negeri Surabaya 9
Modul Sistem Operasi
Tabel 1. Contoh perintah dasar dan program bantu
[ dmesg Id mount Sort
Ar du install msgfmt Split
At echo install_initd mv Strip
Awk ed ipcrm newgrp stty
Basename egrep ipcs nice su
Batch env join nl sync
Bc expand kill nohup tail
Cat expr killall od tar
Chfn false in passwd tee
Chgrp fgrep locale paste test
Chmod file localedef patch time
Chown find logger pathchk touch
Chsh fold logname pax tr
Cksum fuser ip pidof true
Cmp gencat ipr pr tsort
Col getconf ls printf tty
Comm gettext lsb_release ps umount
Cp grep m4 pwd uname
Cpio groupadd mailx remove_initd unexpand
Crontab groupdel make renice uniq
Csplit groupmod man rm useradd
Cut groups md5sum rmdir userdel
Date gunzip mkdir sed usermod
Dd gzip mkfifo sendmail wc
Df head mknod sh xargs
Diff hostname mktemp shutdown
Dirname iconv more sleep
e. Lingkungan Eksekusi Perintah (Execution Environment).
Lingkungan eksekusi perintah, menggunakan standart FHS, mencakup
direktori yang harus ada dan dimana meletakkannya.
f. Inisialisasi Sistem (System Initialization).
1) Spesifikasi konfigurasi cron (jam, harian, bulanan, tahunan), dan format
file konfigurasi cron (crontab).
Universitas Negeri Surabaya 10
Modul Sistem Operasi
2) Perintah-perintah standart untuk skrip inisialisasi (biasanya berada di
/etc/init.d untuk inisialisasi skrip). Perintah tersebut adalah start, stop,
restart, try-restart, reload, force-reload,status.
3) Standar komentar/format informasi untuk skrip inisialisasi.
4) Instalasi dan dan penghapusan initscripts.
5) Run level, standar definisi masing-masing run level.
6) Penamaan fasilitas/variabel yang digunakan dalam initscripts.
7) Penamaan skrip.
8) Pembuatan fungsi-fungsi dalam initscripts.
g. User dan Group
Meliputi standar penamaan user dan group, nama-nama user dan group
yang digunakan oleh sistem dan standar range nomor ID user dan group.
h. Format pemaketan dan instalasi.
Standart pemaketan dengan RPM, standar penamaan paket (dengan
menggunakan standar LANANA – Linux Assigned Names and Number
Authority), serta dependensi antar paket.
5.2 FHS (Filesystem Hierarchy Standard)
FHS adalah seperangkat petunjuk untuk penempatan file dan direktori di
bawah sistem operasi mirip UNIX. Tujuannya agar dapat mendukung
interoperabilitas aplikasi, program administrasi sistem, program pengembangan,
skrip, dan dapat menyatukan dokumentasi dari sistem ini. Dengan adanya standar
FHS ini, pengguna dan pengembang memiliki pedoman direktori standar apa yang
dibutuhkan untuk meracik sebuah distribusi linux yang operasional. Juga file dan
pustaka, masing-masing letaknya di mana, dipandu oleh standar ini. Berikut ini
beberapa direktori menurut standar FHS.
a. / (root directory)
Sistem file root (/) adalah struktur paling dasar yang harus bisa melakukan
boot, perbaikan atau mengembalikan sistem seperti dalam keadaan semula.
Dalam struktur paling atas ini, harus dibuat sesederhana mungkin. Berikut
daftar direktori dalam sistem file root.
Tabel 2. Direktori dalam Linux
Direktori Keterangan
bin Binary perintah esensial yang dibutuhkan oleh sistem dan user
boot
Berisi file biner statik untuk boot sistem. Kernel linux biner ada
disini
dev File device
Universitas Negeri Surabaya 11
Modul Sistem Operasi
etc Konfigurasi sistem pada mesin bersangkutan
lib Pustaka bersama (Shared Librresas) esesnsi dan modul kernel
media Point pengaitan (mount point) pada media removable.
mnt Point pengaitan sistem file yang bersifat sementara (temporary)
opt
Paket aplikasi tambahan yang tidak ada kaitannya dengan
sistem
sbin
Program biner sistem esensial yang ditujukan khusus untuk
administrator sistem
srv Data untuk layanan yang diberikan oleh sistem
tmp File sementara
usr Hierarki kedua setelah / , ditujukan untuk user sistem
var Data yang bersifat variabel (spesifik pada mesin bersangkutan)
b. /bin
Direktori berisi program perintah esensial yang dibutuhkan oleh semua user.
Program-program disini dapat dijalankan, meskipun tidak ada sistem file lain
yang di mount. Direktori ini tidak ada subdirektori, dan berikut daftar perintah
yang harus ada di direktori /bin. Perintah berikut hanya diberikan keterangan
singkat, dan bila ada yang belum ketahui, silakan merukuk pada dokumentasi
perintah dasar Linux.
Tabel 3. Daftar perintah di direktori /bin
Perintah Keterangan
cat Menampilkan (concatenate) isi file ke dalam layar
chgrp Mengganti group file atau direktori
chmod Mengganti modus file atau direktori
chown Mengganti kepemilikan file atau direktori
cp Menyalin file
date Menampilkan/ sett tanggal
Dd Untuk konversi atau menyalin file
Df Menamilkan space yang digunakan sistem
dmesg Menampilkan atau mengontrol pesan kernel
echo Menampilkan teks dalam satu baris
false Tidak menjalankan apa-apa, dengan pesan tidak berhasil
hostname Menampilkan nama host sistem
kill Mengirimkan sinyal ke proses
Universitas Negeri Surabaya 12
Modul Sistem Operasi
Ln Membuat link antar file
login Untuk memulai sesi bagi user / login file.
mknod Membuat file khusus, bisa berupa device karakter atau blok
more Menampilkan teks per halaman
mount Mengaitkan sistem file
mv Memindahkan file atau direktori
ps Menampilkan proses yang sedang berjalan dalam sistem
pwd Menampilkan letak direktori kerja saat perintah ini dijalankan
sed Editor stream sed
sh Shell bourne
stty Mengganti dan menampilkan setting terminal
su Mengganti user yang aktif
sync Menyimpan buffer sistem file
true Tidak melakukan apa-apa, dengan menampilkan pesan
sukses
umount Melepaskan kaitan sistem file
uname Menampilkan informasi sistem / kernel yang sedang
dijalankan
c. /boot
berisi semua program biner dan data yang dibutuhkan untuk menjalankan
(boot) sistem, kecuali konfigurasi sistem.
d. /dev
Direktori berisi semua file device, baik device blok maupun device karakter. Di
dalamnya minimal harus ada file biner MAKEDEV untuk membuat device ini
secara manual.
e. /etc
Berisi file konfigurasi. Tidak boleh ada file biner di bawah /etc. Subdirektori
yang harus ada adalah /etc/opt, dan dua direktori lainnya bersifat pilihan, yaitu
/etc/X11, etc/xml. Sedangkan file konfigurasi yang harus ada jika subsistem
terkait diinstall, dapat dilihat dalam tabel berikut :
Tabel 4. daftar file di direktori /etc
File Keterangan
csh.login File inisialisasi bagi semua user untuk shell csh
Exports Daftar kontrol akses untuk direktori yang di-share lewat NFS
Universitas Negeri Surabaya 13
Modul Sistem Operasi
Fstab Informasi statik tentang sistem file
Ftpusers Daftar kontrol akses pengguna layanan FTP
gateways Daftar gateway yang digunakan untuk routing
gettydefs Kecepatan dan setting terminal yang digunakan oleh getty
group File grup user
host.conf File konfigurasi untuk resolv nama host
hosts.allow File berisi nama host yang diperbolehkan mengakses
layanan yang dijalankan lewat TCP Wrapper
hosts.deny File berisi nama hosts yang ditolak untuk mengakses
layanan yang dijalankan lewat TCP Wrapper
hosts.equiv Daftar hosts yang dipercaya untuk mengakses layanan ‘r’
seperti rlogin, rsh, rcp (dapat menjalankan walaupun tanpa
memberikan username dan password)
hosts.lpd Daftar host yang diperbolehkan untuk menjalankan lpd
intend.conf File konfigurasi untuk program inetd
Inittab File konfigurasi untuk program init
Issue File pesan yang ditampilkan bagi setiap user yang login
id.so.conf Daftar direktori yang digunakan untuk mencari pustaka
bersama (shared library)
Motd Informasi dinamis tentang sistem, ditampilkan untuk
pengguna yang login
Mtab Informasi dinamik tentang sistem file yang aktif
mtools.conf File konfigurasi untuk program mtools
networks Informasi statik tentang nama jaringan
Printcap Database kemampuan printer lpd
profile File inisialisasi bagi semua user yang menggunakan shell
login
protocols Daftar protokol IP
resolv.conf File konfigurasi resolver
Rpc Daftar protokol
securetty Kontrol akses untuk login TTY dengan root
services Daftar nomor dan nama port untuk layanan jaringan
Shells Pathnames untuk shell login yang valid
syslog.conf File konfigurasi
Universitas Negeri Surabaya 14
Modul Sistem Operasi
f. /home
Direktori untuk setiap user yang terdaftar di dalam sistem. Di dalam direktori
masing-masing user, dapat dibuat konfigurasi yang spesifik untuk user
bersangkutan, dengan menuliskan file konfigurasi berawalan . (tanda titik). Jika
lebih dari satu, maka dibuat direktori berawalan . (dot directory), dan file
konfigurasi diletakkan di dalamnya, tanpa membutuhkan titik di depan.
g. /lib
Berisi pustaka bersama yang digunakan secara bersama-sama oleh satu
program atau lebih. Standar pustaka yang dibutuhkan dapat merujuk pada LSB.
h. /media
Point pengaitan pada media yang dapat dibongkar pasang seperti disket, USB
disk, Zip drive dan sebagainya. Subdirektori yang ada dibawah /media adalah
(masing-masing bersifat opsional) :
Tabel 5. Subdirektori di direktori /media
Direktori Keterangan
/media/floppy Untuk disket
/media/cdrom Untuk CD-ROM
/media/cdrecorder Untuk CD-RW
/media/zip Untuk Zip drive
i. /mnt
Direktori tempat pengaitan sistem file sementara /temporary. Tidak boleh ada file
biner yang digunakan oleh sistem yang diletakkan disini.
j. /opt
Berisi paket aplikasi tambahan (add-on), biasanya berupa aplikasi biner /
propietary. Struktur direktorinya sama dengan struktur yang dibutuhkan oleh
sistem. Direktori ini untuk menampung provider-provider aplikasi, yang ingin
menyertakan program binernya ke dalam sistem linux.
k. /root
Direktori untuk user root
l. /sbin
Berisi program biner esensial yang dibutuhkan untuk menjalankan dan
memperbaiki sistem. Biasanya hanya bisa di eksekusi oleh administrator sistem
(root). File-file biner yang ada di /sbin adalah :
Universitas Negeri Surabaya 15
Modul Sistem Operasi
Tabel 6. Daftar file di direktori /sbin
Program Keterangan
fastboot Boot sistem tanpa mengecek disk
fasthalt Mematikan sistem tanpa mengecek disk
fdisk Program untuk manipulasi tabel partisi
Fsck Program untuk mengecek sistem file
fsck.* Program untuk mengecek sistem file yang spesifik
Getty Program getty
halt Program untuk mematikan sistem
iconfig Konfigurasi kartu jaringan
Init Program induk untuk inisialisasi proses
Mkfs Membuat sistem file
mkfs.* Membuat sistem file yang spesifik
mkswap Membuat area swap
reboot Reboot sistem
route Menentukan dan manipulasi tabel routing IP
swapon Mengaktifkan swap
swapoff Mematikan swap
update Daemon yang secara periodik menyimpan buffer sistem.
m. /srv
Direktory yang berisi data untuk semua layanan sistem yang bersangkutan.
Biasanya nama layanan dituliskan sebagai subdirektori. Misalnya /srv/ftp,
/srv/www dan sebagainya.
n. /tmp
Direktori tempat menyimpan file temporer
o. /usr
Direktori ini merupakan yang terbesar kedua setelah /, berisi sistem file lengkap
sebagaimana sistem file dasar. Isi direktori ini dapat dibagi untuk semua user
sistem dan hanya ada akses akses baca saja (read only). Sub direktori /usr
adalah seperti gambar tabe di bawaah ini.
Universitas Negeri Surabaya 16
Modul Sistem Operasi
Tabel 7. Subdirektori di direktori usr
Sub direktori Keterangan
bin Sebagian besar perintah user
include File header yang dibutuhkan oleh program C
Lib Pustaka
Local Hierarki lokal
Sbin Biner sistem yang tidak terlalu vital
Share Data yang tergantung dengan arsitektur
x11r6 Sistem X Window versi 11 Release 6 (opsional)
games Permainan dan program pendidikan (opsional)
lib <qual> Pustaka dalam format alternatif (opsional)
Src Kode program (opsional)
Kesimpulan untuk rangkuman perintah praktis
Berikut akan disajikan rangkuman perintah praktis Linux yang sengaja
dikumpulkan dalam kategori-kategori tertentu untuk mempermudah dalam
penghapalan dan penggunakan
Manipulasi File dan Direktori
ls –l Menampilkan semua file dalam direktori dengan
format panjang
ls –F Menampilkan semua file dan jenisnya dalam
direktori dengan format panjang
ls –laC Menampilkan semua file dalam direktori dengan
format panjang dan tampilan kolom
ls -la akan ditampilan isi folder lengkap dengan hak
akses (file permission)
rm myfile Menghapus file myfile
rm –rf mydir Menghapus direktori mydir dan semua file
Didalamnya
mv wedus /home/linux Memindahkan file wedus ke direktori linux
cat myfile Menampilkan isi file myfile
more myfile Menampilkan isi file myfile
less myfile Menampilkan isi file myfile
head myfile Menampilkan 10 baris pertama isi file myfile
head -20 myfile Menampilkan 20 baris pertama isi file myfile
tail myfile Menampilkan 10 baris terakhir isi file myfile
tail -20 myfile Menampilkan 20 baris terakhir isi file myfile
man more Menampilkan manual dari perintah more
Mounting dan Mengakses File System
mount –t iso9660 /dev/cdrom /mnt/cdrom Me-mount cdrom dalam format
iso9660 dan meletakkanya di /
mnt/cdrom
Universitas Negeri Surabaya 17
Modul Sistem Operasi
mount –t msdos /dev/hdd /mnt/ddrive Me-mount harddisk hdd dalam
format msdos dan meletakkanya
di
mount –t vfat /dev/hda1 /mnt/cddrive /Mmen-tm/dodurnivteharddisk hda1 dalam
format vfat dan meletakkanya di /
mnt/ddrive
umount /mnt/cdrom Mengakhiri mounting pada cdrom
Mencari File dan Teks dalam File
find / -name kucing Mencari file bernama kucing, dimulai dari direktori
Root
find / -name “wedus” Mencari file yang berisi string wedus, dimulai dari
direktori root
which wedus Menampilkan letak dari file excutable bernama
Wedus
whereis wedus Menampilkan letak dari file excutable bernama
Wedus
grep kancil /binatang Mencari semua file yang berisi string kancil,
dimulai dari direktori /binatang
Instalasi Aplikasi Software
rpm –ihv tikus.rpm Meng-install paket software rpm bernama tikus
rpm –uhv tikus.rpm Meng-update paket software rpm bernama tikus
rpm –e sapi.rpm Menghapus paket software rpm bernama sapi
rpm –l sapi.rpm Menampilkan semua file dalam paket software
rpm
rpm –ql sapi.rpm bMeernnaammpailskaapni semua file dan versi installer dalam
paket software rpm bernama sapi
rpm –i –-force
kuda.rpm
Meng-install kembali file kucing
tar –zxvf wedus.tar.gz
atau wedus.tgz
Meng-ekstrak file yang dikompres dalam gzip dan
tar bernama wedus
tar zxvf (nama file) digunakan untuk menginstall packet yang
menggunakan ekstensi *.tar
vi (nama file) untuk mengedit suatu file menggunakan vi editor
gedit (nama file) sama halnya dengan vi editor
./configure Menjalankan script untuk memulai mengkompile
file yang akan di install
Administrasi XWindows
xvidtune Menjalankan utility untuk tuning X graphics
XF86Setup Menjalankan X menu configurator
Xconfigurator Menjalankan X configurator dengan probing card
Otomatis
xf86config Menjalankan X menu configurator dalam basis teks
Administrasi User
adduser abe Membuat user baru bernama abe (berbeda)
Universitas Negeri Surabaya 18
Modul Sistem Operasi
Useradd abe Membuat user baru bernama abe (berbeda)
password abe Membuat password untuk user abe
Su Login sebagai superuser dari user biasa
Exit Keluar dari superuser dan kembali ke user biasa
Memulai dan Mengakhiri Linux
shutdown –h now Mengakhiri linux
Halt Mengakhiri linux
shutdown –r now Me-reboot linux
startx Menjalankan X Window server
Perintah Secara Umum yang digunakan di Linux
Vim Perintah edit file
Gedit Peinrtah edit file
Mkdir Membuat folder
vim nama text Cara membuat text file
cd Perintah masuk ke dalam direktori
cd .. Perintah kembali ke direktori sebelum
cd / Perintah kembali ke direktori paling atas
ls atau dir Untuk melihat isi direktori
rm ( nama file ) Menghapus nama file
mv Untuk memindahkan file (meng-cut)
passwd Perintah untuk menganti password
q! Untuk keluar dari editor vi tanpa menyimpan
Wq Untuk keluar dari editor vi dengan menyimpan
perubahan yang kita lakukan.
cp (nama file) (tujuan) Untuk mengkopy suatu file
adduser (nama user) Unruk membuat user baru
passwd (nama user) Untuk memberikan password pada user tertentu
smbpasswd –a (namauser) Untuk menambahkan user pada samba
smb adduser (nama user) Untuk menambah user pada samba
nautilus di gunakan untuk copy data dari root ke usr
Clear Perintah untuk membersihkan layar
Pwd Perintah untuk melihat direktori aktif
startx Perintah untuk mengaktifkan system X window
Su sudah sebagai superuser
su (nama user) Masuk ke login user
touch [file name] Perintah untuk membuat file kosong
which [file name] Perintah untuk menunjukan letak file yang diakses
whereis [namafile] Perintah untuk mencari sebuah file
init (no perintah) Perintah melakukan perpindahan antar level.
0=halt the system
1=single user mode
2=multi user without NFS
3=Full Multi user
4=unused
5=start X window
6=reboot system
Universitas Negeri Surabaya 19
Modul Sistem Operasi
pkgtool Perintah pada slackware untuk menambah,
meremove, melihat program. Pkgtool juga dapat
digunakan untuk mengatur konfigurasi global sistem
Linux. (Hanya berlaku bagi root ! )
Cat Menampilkan isi dari sebuah file di layar.
$ cat namafile
Grep Perintah ini digunakan untuk merubah kepemilikan
kelompok file atau direktori. Misalnya untuk
memberi ijin pada kelompok atau grup agar dapat
mengakses suatu file. Sintaks penulisannya adalah
sbb:
# chgrp <grup baru> <file>
Gzip Ini adalah software kompresi zip versi GNU,
fungsinya untuk mengkompresi sebuah file.
Sintaksnya sangat sederhana:
$ gzip <namafile>
Less Fungsinya seperti perintah more.
Man Untuk menampilkan manual page atau teks yang
menjelaskan secara detail bagaimana cara
penggunaan sebuah perintah. Perintah ini berguna
sekali bila sewaktu-waktu Anda lupa atau tidak
mengetahui fungsi dan cara menggunakan sebuah
perintah.
$ man <perintah>
Xset Perintah ini untuk mengeset beberapa option di X
Window seperti bunyi bel, kecepatan mouse, font,
parameter screen saver dan sebagainya. Misalnya
bunyi bel dan kecepatan mouse dapat Anda set
menggunakan perintah ini:
$ xset b <volume> <frekuensi> <durasi
dalam milidetik>
$ xset m <akselerasi> <threshold>
5. Instalasi Paket Paket
5.1 Manajemen Paket Red Hat dan Segala keturunannya
Manajemen paket di Red Hat menggunakan perintah rpm.
Selain pada Red Hat, rpm digunakan pada distro variannya. rpm
akan menggunakan file yang berjenis .rpm.
Universitas Negeri Surabaya 20
Modul Sistem Operasi
Contoh file : AdobeReader_enu-7.0.8-1.i386.rpm
5.1.1 Menginstall Paket Red Hat
Menambahkan paket atau menginstall menggunakan perintah
rpm dengan option -i
Format : rpm option nama_paket
Contoh :
[root@localhost opt]# rpm -ivh AdobeReader_enu-7.0.8-
1.i386.rpm
Preparing... ########################################### [100%]
1:AdobeReader_enu ########################################### [100%]
Perintah tersebut akan menginstall file AdobeReader_enu-7.0.8-
1.i386.rpm. Disarankan agar proses instalasi dapat diamati,
tambahkan option v=verbose dan h=hash atau tanda pagar (#)
seperti pada contoh.
5.1.2 Menghapus Paket Red Hat
Untuk menghapus paket digunakan perintah rpm dengan
option -e.
Format : rpm option nama_paket
Contoh :
[root@localhost opt]# rpm -e AdobeReader_enu
> Untuk menghapus, nama paket tidak perlu diketik semua.
Nama yang diketik sampai sebelum angka saja. Jika Anda
mengetikkan lengkap akan terjadi kesalahan. Lihat contoh.
Contoh :
[root@ely opt]# rpm -e AdobeReader_enu-7.0.8-1.i386.rpm
sucsesful: package AdobeReader_enu-7.0.8-1.i386.rpm is remove
5.2 Manajemen Paket Debian dan Segala keturunannya
Manajemen paket di Debian menggunakan dpkg. Dpkg juga
digunakan pada distro varian debian lainnya. Dpkg akan
menggunakan file yang berjenis .deb
Universitas Negeri Surabaya 21
Modul Sistem Operasi
Contoh file : acroread_7.0.1-0.0.ubuntu1_i386.deb
5.2.1 Menginstall Paket Debian
Menambahkan paket atau menginstall menggunakan perintah
dpkg dengan option -i
Format : dpkg option nama_paket
Contoh :
root@ely-desktop:/home/ely# dpkg i acroread_7.0.1
0.0.ubuntu1_i386.deb
Selecting previously deselected package acroread.
(Reading database ... 88191 files and directories currently
installed.) Unpacking acroread (from acroread_7.0.1-
0.0.ubuntu1_i386.deb) ...
Setting up acroread (7.0.1-0.0.ubuntu1) ...
5.2.2 Menghapus Paket Debian
Untuk menghapus paket digunakan perintah dpkg dengan
option -r.
Format : dpkg option nama_paket
Contoh :
root@ely-desktop:/home/ely# dpkg -r acroread
(Reading database ... 88433 files and directories currently
installed.) Removing acroread ...
> Untuk menghapus, nama paket tidak perlu diketik semua.
Nama yang diketik sampai sebelum angka saja. Jika Anda
mengetikkan lengkap akan terjadi kesalahan. Lihat contoh.
Contoh :
root@ely-desktop:/home/resa# dpkg -i acroread_7.0.1-0.0.ubuntu1_i386.deb
dpkg: you must specify packages by their own names, not by quoting the names
of the files they come in
Type dpkg --help for help about installing and deinstalling
packages [*]; Use `dselect' or `aptitude' for user-friendly
package management;
Type dpkg -Dhelp for a list of dpkg debug flag
values; Type dpkg --force-help for a list of
forcing options;
Type dpkg-deb --help for help about manipulating *.deb files;
Type dpkg --license for copyright license and lack of warranty (GNU GPL)
[]. Options marked [] produce a lot of output - pipe it through `less'
or `more' !
5.3 Manajemen Paket Slackware dan Segala keturunannya
Manajemen paket di Slackware menggunakan installpkg
Universitas Negeri Surabaya 22
Modul Sistem Operasi
atau removepkg.Tools tersebut juga digunakan pada distro
varian slackware lainnya dan menggunakan fileyang berjenis .tgz
Contoh file : bittorrent-4.4.0-noarch-1.tgz
5.3.1 Menginstall Paket Slackware
Menambahkan paket atau menginstall menggunakan perintah
installpkg.
Format : installpkg option nama_paket
Contoh :
root@darkstar:~/slackPackage# installpkg bittorrent-4.4.0-noarch-
1.tgz
Installing package bittorrent-4.4.0-
noarch-1... PACKAGE DESCRIPTION:
bittorrent: bittorrent (BitTorrent file distribution utility)
bittorrent:
bittorrent: BitTorrent is a file distribution utility which utilizes the
upload bittorrent: capacity of machines which are downloading a file to
help distribute bittorrent: it to other downloading machines. This
makes it possible to provide bittorrent: large files (such as the
Slackware Linux ISO images) to many people bittorrent: without the usual
problem of insufficient bandwidth. The more bittorrent: downloaders,
the more bandwidth. Problem solved.
bittorrent:
bittorrent: Bram Cohen is the genius behind
BitTorrent. bittorrent:
Executing install script for bittorrent-4.4.0-noarch-1...
5.3.2 Menghapus Paket Slackware
Menghapus paket Slackware menggunakan perintah
removepkg.
Format : removepkg option nama_paket
Contoh :
root@ely:~/slackPackage# removepkg bittorrent-4.4.0-noarch-1.tgz
5.4 Ketergantungan File Paket
Paket yang akan diinstall atau dihapus terkadang tidak
dapat dilakukan karena paket tersebut masih dibutuhkan atau
membutuhkan paket lain. Hal ini disebut dependencies. Kita lihat
contohnya :
Contoh :
[root@localhost root]# rpm ivh squid-2.5.STABLE10
10mdk.i586.rpm
error: Failed dependencies:
perl(Authen::Smb) is needed by squid-2.5.STABLE10-10mdk.i586
Universitas Negeri Surabaya 23
Modul Sistem Operasi
Paket squid tidak dapat diinstall karena membutuhkan file
lain yang bernama perl(Authen::Smb).
Contoh :
root@ely-desktop:/home/resa# dpkg i inkscape_0.43
4ubuntu3_i386.deb
Selecting previously deselected package inkscape.
(Reading database ... 88437 files and directories currently
installed.) Unpacking inkscape (from inkscape_0.43-
4ubuntu3_i386.deb) ...
dpkg: dependency problems prevent configuration of inkscape:
inkscape depends on libglibmm-2.4-1c2a; however:
Package libglibmm-2.4-1c2a is not
installed. inkscape depends on libgtkmm-
2.4-1c2a; however: Package libgtkmm-2.4-
1c2a is not installed.
dpkg: error processing inkscape (--install):
dependency problems - leaving
unconfigured Errors were encountered
while processing: inkscape
> Dependencies biasanya terjadi jika Anda menginstall
sebuah paket tambahan diluar paket yang disertakan dalam CD
distro yang digunakan. Atau dependencies terjadi jika Anda
menginstall paket yang disertakan dalam CD distro, tetapi
proses instalasinya dilakukan melalui konsole seperti pada
contoh-contoh diatas.
5.4.1 Mengatasi Ketergantungan File Paket
Untuk mengatasi dependencies, Anda harus menginstall
paket- paket yang dibutuhkan. Jika file-file yang dibutuhkan tidak
ada dalam CD distro yang digunakan, maka Anda harus
mencarinya, melalui internet misalnya. Dalam menginstall
paket yang dibutuhkan, bisa saja terjadi lagi dependencies,
sehingga file-file yang dibutuhkan semakin banyak dan
membingungkan. Untuk memudahkan dalam mengatasi
dependencies, cara yang mudah menurut penulis adalah
dengan menggunakan tool manajemen paket berbasis grafik
yang ada pada distro yang digunakan. Contoh pada Fedora
Core adalah yum atau yumex, pada Debian adalah synaptic.
Cara lainnya adalah dengan menambahkan option
instalasi yang akan mengabaikan file-file yang dibutuhkan. Cara
Universitas Negeri Surabaya 24
Modul Sistem Operasi
ini memiliki resiko yaitu paket utama dapat diinstall tetapi
tidak dapat berjalan normal atau bahkan tidak dapat
dijalankan sama sekali.
Contoh penggunaan option pada rpm :
[root@ely root]# rpm -ivh --nodeps squid-2.5.STABLE10-0mdk.i586.rpm
Contoh penggunaan option pada dpkg :
root@ely-desktop:/home/resa# dpkg i --force-depends inkscape_0.43
4ubuntu3_i386.deb
6. KemudahannAkses Device
Linux mendukung berbagai jenis perangkat keras PC, termasuk disk IDE,
EIDE, SCSI, MFM, RLL, dan ESDI, tape dan CD-ROM drive SCSI dan EIDE, sound
cards, berbagai jenis mouse, video cards, motherboard chipsets, scanners, printers,
dan hardware lainnya (lihat di http://sunsite.unc.edu/LDP/HOWTO/Hardware- HOWTO.htm). Hardware yang didukung oleh Linux mungkin tidak sebanyak
Windows 95/98 tapi mungkin lebih banyak daripada Windows NT, untuk melihat
daftar lengkap dari kompatibilitas hardware pada linux dengan berkunjung ke
http://www.linuxcompatible.org
7. Stabilitas
Linux mendukung berbagai jenis perangkat keras PC, termasuk disk IDE,
EIDE, SCSI, MFM, RLL, dan ESDI, tape dan CD-ROM drive SCSI dan EIDE, sound
cards, berbagai jenis mouse, video cards, motherboard chipsets, scanners, printers,
dan hardware lainnya (lihat di http://sunsite.unc.edu/LDP/HOWTO/Hardware- HOWTO.htm). Hardware yang didukung oleh Linux mungkin tidak sebanyak
Windows 95/98 tapi mungkin lebih banyak daripada Windows NT, untuk melihat
daftar lengkap dari kompatibilitas hardware pada linux dengan berkunjung ke
http://www.linuxcompatible.org
8. Desaign dan Keamanan Multiuser.
Sistem Linux sangat luar biasa stabil. Jika dikonfigurasi dengan benar, sistem
Linux akan “hidup” terus hingga hardwarenya tidak memadai (rusak) atau tidak ada
tegangan listrik atau seseorang mematikan sistem. Umur hidup sistem yang
berkelanjutan (lihat di http://home.nuge.com/~uptime/) hingga ratusan hari atau lebih
merupakan hal yang sudah biasa. Sedangkan sistem Windows NT pada umumnya
membutuhkan reboot berkala untuk menjaga stabilitas, dan Windows 95 yang pada
umumnya perlu diinstall ulang supaya sistem bisa berjalan lancar tanpa keluhan.
Salah satu hal yang mendasari stabilitas ini adalah penomoran versi dari shared
Universitas Negeri Surabaya 25
Modul Sistem Operasi
librresas. Kebanyakan aplikasi Windows menginstall versi-versi baru dari Dynamic
Link Librresas (DLL), yang pada umumnya mengakibatkan aplikasi lain yang
meminta versi lain dari DLL tersebut tidak berfungsi dengan semestinya.
Lain halnya dengan shared librresas di Linux, yang mencantumkan versi
pada nama filenya sehingga memungkinkan untuk menginstall versi barunya tanpa
merusak ketergantungan program lain. Linux juga mewarisi tradisi Unix dengan
mendukung adanya file permissions (ijin file), yang dapat mencegah pengubahan
atau penghapusan file tanpa ijin dari pemiliknya. Karena itu, virus pada dasarnya
tidak dikenal di dunia Linux. Masalah keamanan yang menyangkut operating system
itu sendiri biasanya diumumkan beberapa jam saja setelah ditemukan, diikuti dengan
bugfix, workaround, advisory, dan sebagainya. Misalnya waktu ditemukan bug di
hardware itu sendiri (processor Pentium dengan bug F0 0F), workaround sudah
tersedia untuk download beberapa saat setelah diumumkan adanya bug tersebut.
9. Program-program pada linux
Meski Aplikasi di Linux agak berbeda dengan aplikasi Windows, tapi pada
umumnya, aplikasi di linux menyediakan fungsi yang sama dengan aplikasi di
windows. Software gratis dan open-source di Linux menyediakan fungsi yang sama
dengan aplikasi komersial yang lebih mahal. Contohnya, Gimp adalah program gratis
yang berfungsi untuk pengolahan gambar yang bisa disetarakan dengan program
komersial Adobe Photoshop yang bisa dibilang mahal. Berbagai aplikasi komersial
yang populer juga tersedia versi Linuxnya, antara lain Corel WordPerfect, Netscape
FastTrack web server, Oracle, dan lain-lain. Banyak perusahaan yang sudah mulai
menyediakan versi Linux untuk produk-produk unggulan mereka, dari Informix,
Sybase, Corel, Allaire, dan lain-lain.
10. Komunitas penguna
Salah satu kunci keunggulan Linux adalah komunitas penggunanya. Karena
komunitas pengguna Linux meliputi komunitas developernya juga, maka respon atas
pertanyaan kompleks yang ditanyakan akan dijawab hanya dalam waktu setengah
jam atau paling lama satu hari. Banyak tersedia forum untuk mendapatkan respons
dengan cepat.Ciutkan pos ini

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar